Case Study : Apakah Jumlah Keyword Turunan Berpengaruh Pada Rangking?

  • by

Banyak orang yang bilang kalo keyword density itu sudah tidak relevan, dan bilang yang penting anda sudah sebutkan di dalam artikel, maka anda akan bisa merangking keyword tersebut.

apakah itu benar?

Ya benar, kita bisa merangking keyword yang kita sebutkan cuma sekali di dalam artikel.

berikut ini adalah 5 keyword yang saya sebutkan cuma sekali di dalam artikel, dan kelima-limanya bisa mernagking meskipun rangkingnya juga agak jelek. wkwkwk

Keword density matter

Salah satu kiblat saya ketika melakukan optimasi SEO adalah Matt Diggity, Kyle Roof, dan Matthew Woodward. Karena mereka adalah orang-orang yang testingnya gila-gilaan. dan mereka sangat mengutamakan data, dan mereka adalah SEO data analyst yang cukup gila menurut saya.

Dan Matt diggity dan kyle roof sudah mengkonfirmasi berdasarkan test yang mereka lakukan, bahwa keyword density itu berpengaruh pada rangking artikel.

Untuk keyword density sendiri patokanya adalah kompetitor anda di SERP. kalo si matt diggity sih pakek rumus TF*IDF, yang agak ribet sekali untuk pemula di seo. Sedangkan Kyle roff sendiri memiliki hitunganya sendiri untuk masalah ini dan bahkan si kyle roof memiliki tool bernama page optimizer pro yang digunakan untuk mengoptimasi artikel menjadi lebih SEO friendly.

The Algorith is an Algorithm

Di internet terdapat milyaran halaman website, dan google gak mungkin mengatur dan merangking semua halaman tersebut secara manual, semua halaman tersebut diatur rangkingnya secara otomatis menggunakan Alogaritma.

Dan alogaritma adalah Perhitungan matematika.

Ya benar, hitungan matematika…

Dan jika itu adalah hitungan matematika, jika kita tau rumusnya maka kita bisa mengalahkan alogaritma tersebut.

Bahkan kyle roof pernah bisa mernagking keyword cuma dengan modal keyword target dan artikel lorem ipsum.

Ini membuktikan bahwa alogaritma hanyalah alogartima, jika kita tau polanya kita bisa mengalahkanya.

Si kyleroof sendiri bilang, pada webinarnya bahwa ada bagian bagian konten yang memiliki bobot lebih tinggi dari pada bagian yang lain, berikut ini adalah listnya,

Group A = Bobotnya paling berat ini adalahnyang terpenting

Group B = Sangat penting tapi masih dibawah group A

Group C = lumayan penting tapi gak penting-penting amat

Group D = Gak usah dipikirin dalem-dalem

Untuk aturan yang dia tekankan adalah

Taruh Keyword Utama di Grup A

Taruh keyword turunan dan variasinya di Grup B

Dan Masukan kontekstual term juga di dalam bagian berikut

Dan juga support artikel utama anda dengan artikel pendukung, dengan cara menaitkan artikel utama di dalam artikel pendukung dengan internal link.

Case Study Start

Pada case study ini saya ingin melihat apakah akan ada peningkatan ranking untuk keyword turunan yang saya target, setelah saya menambahkan beberapa keyword untuk meningkatkan signal ke google.

Sebenarnya saya menarget lebih dari 10 keyword turunan sekaligus, namun pada kali ini saya cuma akan mengoptimasi 5 keyword saja,

Keyword ini saya urutkan berdasarkan volume paling tinggi

KeywordRank Awal 1 agustus
Keyword 1 PAV11
Keyword 29
Keyword 34
Keyword 410
Keyword 511

optimasi Yang dilakukan,

  • menambah anchor text di artikel (HTML ANCHOR)
  • Anchor tersebut saya masukan ke list
  • saya tambahi 1 keyword di dalam text, saya optimasi sekalian siapa tau dapet snippet
  • Keyword di dalam text saya bold

Total keyword saya ketik 3 kali, 1 di H3, 1 di body text, 1 saya taruh di list+saya kasih anchor html

Kita tunggu saja dulu, nanti kita cek lagi apakah akan ada kenaikan rangking.

Hasil

Sesaat setelah terindex saya mendapatkan fitur jump to untuk anchor HTML saya, tapi ya rangkingnya belum naik