10 Kriteria Backlink yang Bagus dan 5 Kriteria yang Buruk (Outreach Backlink)

  • by
Bagikan Artikel Ini yuk

Kali ini saya akan mebahas tentang kriteria backlink yang baik dan harus anda perhatikan jika ingin melakukan outreach backlink.

Kriteria ini bukan buatan saya sendiri, tapi hasil dari ratusan kali riset yang dilakukan oleh “Matt Diggity” salah satu SEO paling detail yg pernah saya tau. untuk video aslinya bisa di cek di dasar artikel

dan berikut ini adalah 10 kriteria backlink yang bagus dan 5 kriteria backlink yang buruk.

10 Kriteria Backlink Yang Bagus

1. Traffic Diatas 1000 per bulan via ahrefs

Hal pertama adalah traffic harus diatas 1000 visitor per bulan jika anda melihatnya via ahrefs, study yang dilakukan matt diggity menunjukan adanya korelasi yang erat antara traffic sebuah website dan juga efek backlink yang akan diterima jika memasang backlink disana.

Jadi, jika anda ingin mendapatkan hasil yang bagus, maka kriteria pertama ini adalah hal yang paling wajib anda pilih.

Akan lebih baik lagi jika artikel backlink anda juga mendapatkan traffic yang bagus.

2. Traffic Location (negara visitor)

Jika anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal llagi, maka sebaiknya anda mempertimbangkan untuk mencari backlink dari website yang pengunjungnya adalah warga negara yang ingin anda rangking.

Jika anda ingin merangking di INdonesia, maka jika melakukan outreah maka carilah domain dari indonesia.

Tapi kalo backlink dari website parasite ya gak papa kalo pengunjungnya bukan dari indo, namanya juga gratisan, tapi kalo anda outreach dan keluar tenaga besar dan usaha untuk melakukanya, maka usahakan nyari yang sama negara target nya dengan website anda.

3. Tipe Link : Dofollow, Kontekstual, main domain

Pastikan backlink guest post anda atau outreach anda itu dofollow, kontekstual dan berada di domain utama, bukan di sub-domain.

BUkan juga backlink foooter, sidebar, banner, atau gambar.

Tapi kalo anda mendapatkan backlink tersebut dengan organik ya gak masalah, dan kalo gratis ya gak masalah selama natural dan bagus, tidak spammy.

Tapi kalo anda melakukan guest post berbayar, anda harus pastikan memenuhi kriteria diatas.

4. Metrik DR >20, Traffic >1000, TF >10

sebenarnya tiap ornag punya kriteria sendiri-sendir soal minimal metrik untuk guest post, tapi matt diggity sendiri patokanya hanya 3 diatas untuk metrik.

Via Ahrefs = DR diatas 20, dan traffic diatas 1000

Majestic = TF diatas 10

Mereka tidak menggunakan DA PA sebagai patokan, saya sih gak tau kenapa, tapi mereka pasti punya alasan kenapa tidak memakai itu.

Mungkin karena memang sih, DA PA itu bisa di manipulasi, bahkan ada jasa naikan DA PA, yang pasti manipulasinya gampang. tinggal kirim backlink yang banyak, gak masala kalo spammy.

selain matt diggity, om Irvan Taufik juga tidak pakek DA PA ini sebagai metrik patokanya, dan saya yakin sih mereka memiliki alasan kenapa tidak pakek MOZ sebagai patokan.

5. Internal Link : Bukan Orphaned Page

Jika anda melakukan guest post, pastikan artikel tempat backlink anda tersebut bukan orphaned page, karena orphaned page itu powernya kurang kuat. jadi setidaknya ada internal link dari root domain yang mengarah ke artikel sumber backlink anda.

Tapi kalo dapet gratisan ya gak masalah. lha wong gratis, tapi kalo bayar ya pastikan bukan orpaned page.

6. Link in – Link Out : Perbandingan link masuk dan link keluar

Jika anda mencari guest post, pastikan domain tersebut Link in dan link outnya >0,12. hal ini untuk memastikan anda mendapatkan link juice yang bagus.

Kalo link in nya sedikit dan link outnya terlalu banyak maka ini kurang bagus link juicenya, dan ini sangat kelihatan kalo website tersebut tujuan utamanya memang untuk sumber guest post saja.

Metrik patokanya adalah RD/LD > 0,12. (reffering domain dibagi linked domain lebih dari 0,12) untuk mengecek ini anda bisa menggunakan ahrefs.

7. Anchor text yang seimbang

Cek terlebih dahulu acnor text website tersebut, yang ingin anda outreach.. pastikan ancor text miliknya tidak spammy dan terlihat bagus dan natural.

Kalo anchornya terlalu overoptimized, atau ada anchor terlarang seperti p*rno, atau j*di, atau yang lain, maka lebih baik hindari saja.

8. Punya Sosial Media

Kata Matt digiity sih ini harus ya, tapi kalo untuk website indo sih mungkin gak harus karena kebanyakan website indo tak punya sosial media. tapi kalo anda pengen backlink yang bagus, anda harus memastikan domain yang anda mau outreach memiliki sosial media.

Setidaknya punya saja, dan akan llebih bagus lagi kalo sosial medianya aktif. tapi balik lagi, kalo menurut saya sih gak harus, karena indo beda sama US

9. SSL/https

Sebenarnya ini juga tidak wajib, namun sangat disarankan jika anda ingin melakukan outerach, pastikan domainnya ada sslnya.

tapi kao gak ada gak papa juga sih, tapi lebih baik kalo ada.

10. Relevan dengan website anda

Pastikan backlinknya relevan dengan website atau artikel anda. misal anda mengirim backlink untuk artikel “sewa mobil jogja” pastikan anchor text backlink tersebut juga tentang sewa mobil juga, bukan hal yang menyimpang dan tidak relevan.

Ada 3 level relevansi, yaitu domain level, artikel level, anchor level. yang paling peting sih anchor nya relevan, kalo bisa konteksnya juga relvan, tapi kalo dapet domain yg relevan maka lebih bagus lagi.

Seminimal-minimalnya, anchornya harus relevan.

5 Kriteria Backlink yang buruk (Outreach)

sebisa mungkin, jangan pasang backlink di website yang memiliki kriteria berikut ini, karena bisa jadi ini berbahaya untuk website anda. dan bisa mengakibatkan penalty.

1. Post Labeling

Post labeling itu masudnya keadaan dimana artikel tempat backlink anda ada label “guest post” atau “sponsored post” nya.

Ini seperti kasus milik supplement police yang kena penalty pada natal tahun 2017 kemaren, dan ternyata masalahnya ada di guest post berlabel.

Jika bisa sih hindari outreach ke domain seperti ini, tapi jika website besar sih gak masalah insyaAlloh apalagi jika DR nya diatas 80.

2. History Wayback Machine Buruk

Saat ingin outreach, anda cek terlebih dahulu history domainya, kalo website normal sih isyaAlloh aman, tapi kalo websitenya itu kayak bekas bisnis lokal atau apalah, maka ente harus cek terlebih dahulu history domainya.

Sebelum jadi blog, dia pernah digunain apa saja.

Contoh anda ingin otreach website indo tapi nama domainya seperti hotel di luar misal “hotelavenue.com” tapi ini blog indo.

Ente harus cek terlebih dahulu history domainya, jika pernah digunakan sebagai PBN maka sebaiknya tidak anda pilih sebagai tempat guest post.

Carilah website lain yang lebih legit. karena bisa jadi PBN tersebut ditinggalkan karena satu alasan, misal arena hasilnya jelek, atau karena masalah lain. sehingga pemilik PBN ini membuang domain ini.

3. Traffic Drop Secara tidak Normal

Jika anda mengeek traffic website maka pastikan anda mengecek apakah ada dropping traffic yang tidak normal, jika terjadi drop yang parah dan seperti terjun payung, amak bisa jadi webisite tersebut kena penalty google.
dan akan buruk jika anda memasang backlink disana, maka ya sbaiknya cair yang lain saja.

4. Spammy Anchor Text

Cek terlebih dahulu acnhor textnya, apakah terlalu overoptimize, apakah terlihat natural, apakah ada anchor negative seperti p*rnoo atau j*di, atau yang lain, kalo terlalu spammy, sebaiknya jangan gunakan sebagai temat backlink.

5. Index jauh lebih sedikit dari total artikel

Jika ada outreach, lihatlah berapa kira-kira artikel yang dimiliki website tersebut, bisa anda cek via berapa halaman yang dia miliki, trus annda cross cek dengan “site:namadomain” dan anda bandingkan, apakah index di google jauh lebih sedikit daripada jumlah postingan asli website.

Jika iya, maka sudah bisa dipastikan google tidak menyukai website tersebut, maka dari itu jangan outreach ke tempat ini.

Biasanya website seperti ini adalah website AGC atau semi AGC, atau website copas.

udah gitu saja. artikel ini gak direvisi karena males, jadi mungkin banyak salah kata atu salah pemilihan kata, tapi ya bodo amat lah, yang penting nulis

Video Asli